Macam-macam kalimat Majemuk

Posted: 17 Oktober 2012 in Bahasa Indonesia

 Kalimat majemuk dibedakan menjadi :

1. Kalimat Majemuk Setara

2. Kalimat Majemuk Rapatan

3. Kalimat Mejemuk Bertingkat

4.   Kalimat Majemuk Campuran

ad.1 Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk dimana hubungan antar unsur-unsurnya sederajat. Kalimat majemuk setara terdiri dari :

1. Kalimat majemuk penjumlahan ditandai dengan kata sambung lalu, lagi, kemudian, dan.

Contoh :

Kakak membaca buku, kemudian menulis surat.

2. Kalimat majemuk pemilihan ditandai dengan kata sambung atau.

Contoh :

Ibu membeli ikan atau ayam.

3. Kalimat majemuk pertentangan ditandai dengan kata penghubung tetapi, melainkan.

Contoh :

Ayah tidak pergi ke kantor melainkan ke rumah sakit.

ad.2 Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat majemuk setara yang bagian-bagiannya dirapatkan. Hal tersebut terjadi karena kata-kata yang dirapatkan pada bagian-bagian kaliamat itu memiliki fungsi yang sama. Perapatan dilakukan dengan menghilangkan salah satu fungsi kalimat yang sama.

1. Kalimat majemuk rapatan subjek

Contoh :

-          Pak Adi guru mengaji.

-          Pak Adi ketua RT.

-          Pak Adi guru mengaji RT

2. Kalimat majemuk rapatan predikat.

Contoh :

-          Kiki pandai bermain bola.

-          Galih pandai bermain bola.

-          Kiki dan Galih pandai bermain bola.

3. Kalimat majemuk rapatan keterangan.

Contoh :

-          Sore hari kakak menyiram bunga.

-          Sore hari adik menyapu halaman.

-          Sore hari kakak menyiram bunga dan adik menyapu halaman.

ad.3 Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan antar unsur-unsurnya tidak sederajat. Salah satu unsurnya sebagai induk kalimat. Unsur lainnya sebagai anak kalimat. Jenis-jenis kalimat mejemuk bertingkat :

1. Kalimat majemuk hubungan pengandaian, ditandai dengan kata penghubung jika, seandainya, andaikan.

Contoh :

Jika tidak hujan, saya akan datang ke rumahmu.

2. Kalimat majemuk hubungan perbandingan, ditandai dengan kata sambung ibarat, seperti, bagaikan, daripada, laksana.

Contoh :

Doni lebih senang bermain sepakbola daripada bermain basket.

3. Kalimat majemuk hubungan penyebabab, ditandai dengan kata sambung sebab, karena, oleh karena

Contoh :

Amir tidak masuk sekolah karena sakit.

4. Kalimat majemuk hubungan akibat, ditandai dengan kata sambung sehingga, sampai-sampai, maka.

Contoh :

Ia bekerja terlalu keras sehingga jatuh sakit.

5. Kalimat majemuk hubungan cara, ditandai dengan kata sambung dengan.

Contoh :

Sari dapat mempertahankan prestasinya dengan cara berlatih dengan giat.

6. Kalimat majemuk hubungan penjelasan, ditandai dengan kata sambung bahwa, yaitu.

Contoh :

Pak Madi telah menggemburkan tanah, yaitu dengan mencangkul tanah itu sampai kedalaman 10 centimeter.

7. Kalimat majemuk hubungan waktu, ditandai dengan kata sambung ketika, sewaktu, semasa.

Contoh :

Ibu selesai memasak ketika saya pulang sekolah.

ad.4 KALIMAT MAJEMUK CAMPURAN

Kalimat majemuk campuran merupakan gabungan dari kelimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Kalimat majemuk campuran dibentuk sekurang-kurangnya oleh tiga kalimat tunggal.

Contoh :

Adik selesai mengerjakan PR ketika ayah datang dari kantor dan ibu selesai memasak.

(6) Berdasarkan predikatnya :

a.Kalimat Verbal

Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya terdiri dari kata kerja.

Contoh : Budi tidur.

b. Kalimat Nominal

                  Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya kata nama (kata benda, keadaan, dan kata ganti).
Contoh : N’jai rajin dan disiplin.

(7) Berdasarkan pengucapan :

a. Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang mempergunakan tanda petik atau kalimat yang langsung diucapkan oleh yang mengucapkan, berseru, bertanya, atau mengucapkan sesuatu.

Contoh : Ibu berkata kepada Budi, “Kamu memang anak baik.”

b. Kalimat tak langsung
Kalimat tak langsung adalah kalimat yang tidak meggunakan tanda petik dan bukan diucapkan secara langsung oleh yang mengucapkan atau yang mengatakan kalimat tersebut.

Contoh : Pak Ahmad bertanya kepada Susi, “Bagaimana cara kamu membuat tempe?”

About these ads
Komentar
  1. ulun nuha mengatakan:

    wawwwwwwwww!!!!!

  2. azis z mengatakan:

    /
    bgf

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s