Media Pembelajaran Web

Posted: 18 Januari 2013 in Uncategorized

I.    PENDAHULUAN

PENGGUNAAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN

Internet  merupakan  sebuah  jaringan  global  yang  merupakan kumpulan  dari  jaringan-jaringan  komputer  di  seluruh  dunia.  Internet mempermudah  para  pemakainya  untuk  mendapatkan  informasi-informasi di dunia cyber, lembaga-lembaga milik pemerintah dan institusi pendidikan  dengan  menggunakan  komunikasi  protokol  yang  terdapat pada  komputer,  seperti  Transmission  Control  Protocol  (TCP)  yaitu  suatu protokol  yang  sanggup  memungkinkan  sistem  apapun  antar  sistem jaringan  komputer  dapat  berkomunikasi  baik  secara  lokal  maupun internasional,  yaitu  dengan  modus  koneksi  Serial  Line  Internet  Protocol (SLIP)  atau  Point  to  Point  Protocol  (PPP).  Tahun  1983  merupakan  tahun kelahiran Internet yang ditandai dengan diadopsinya Transmission Control Protocol (TCP) sebagai standar bagi ARPANET. Protokol yang lainnya adalah IP (Internet Protocol).

Berikut  ini  hal-hal  yang  dapat  difasilitasi  oleh  adanya  Internet:

Discovery  (penemuan),  ini  meliputi  browsing  dan  pencarian  informasi-informasi  tertentu.  Communication  (komunikasi),  Internet  menyediakan jaringan komunikasi yang cepat dan murah dari mulai pesan-pesan yang berupa  buletin  sampai  dengan  pertukaran  komunikasi  yang  bersifat kompleks antar atau inter-organisasi. Juga termasuk diantaranya transfer informasi (antar komputer) dan proses informasi. Adapun contoh-contoh media  komunikasi  yang  utama  seperti  e-mailchat  group  (percakapan secara berkelompok), dan newsgroup (gabungan kelompok yang bertukar berita). Collaboration (kolaborasi), seiring dengan semakin meningkatnya komunikasi, dan kolaborasi antar media elektronik baik itu antar individu maupun antar kelompok maka beberapa fasilitas canggih dan modern pun mulai digunakan dari mulai screen sharing sampai dengan teleconferencing. Kolaborasi  juga  meliputi  jasa/pelayanan  resource-sharing  (pertukaran sumber-sumber  informasi),  yang  menyediakan  akses  pada  server-server yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Internet juga dapat digunakan dalam bidang pendidikan dan dunia liburan.  Selain  itu  untuk  mempermudah  perusahaan  dalam  melakukan berbagai transaksi bisnisnya, Internet juga menyediakan fasilitas electronic commerce  (EC)  yang  membantu  berbagai  kegiatan  bisnis  yang  beragam dari  mulai  periklanan  sampai  dengan  berbagai  jasa  pelayanan  yang ditawarkan pada para konsumen. Beberapa peralatan yang dikembangkan dalam  Internet  juga  dikembangkan  dalam  network  yang  berada  dalam suatu  organisasi  tertentu  yang  dikenal  dengan  nama  fasilitas  intranet. Karena  jumlah  informasi  yang  terdapat  pada  Internet  bertambah  dua kali  lipat  dalam  setiap  tahunnya,  maka  untuk  mempermudah  pencarian data  yang  dibutuhkan,  beberapa  perusahaan  mengembangkan  fasilitas pencari data yang bersifat otomatis yang dikenal dengan nama software agents.

INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR

Peranan Internet dalam organisasi sangat menguntungkan karena kemampuannya dalam mengolah data dengan jumlah yang sangat besar. Teknologi informasi sudah menjadi  jaringan komputer  terbesar di dunia,  yang dapat berfungsi dengan baik jika didukung oleh perangkat komputer dengan  perangkat  lunak  yang  baik,  dan  dengan  guru  yang  terlatih  baik. Menggunakan  Internet  dengan  segala  fasilitasnya  akan  memberikan kemudahan  untuk  mengakses  berbagai  informasi  untuk  pendidikan yang  secara  langsung  dapat  meningkatkan  pengetahuan  siswa  bagi keberhasilannya  dalam  belajar.  Karena  Internet  merupakan  sumber  data utama  dan  pengetahuan.  Melalui  teknologi  ini  kita  dapat  melakukan  di antaranya untuk :

  1. Penelusuran dan pencarian bahan pustaka
  2. Membangun  program Artificial  Intelligence  (kecerdasan  buatan) untuk memodelkan sebuah rencana pembelajaran;
  3. Memberi kemudahan untuk mengakses apa yang disebut dengan virtual classroom ataupun virtual university;
  4. Pemasaran dan promosi hasil karya penelitian;

Kegunaan-kegunaan seperti di atas itu dapat diperluas bergantung kepada peralatan komputer yang dimiliki jaringan dan fasilitas telepon yang tersedia dan provider yang bertanggungjawab untuk tetap terpeliharanya penggunaan  jaringan  komunikasi  dan  informasi  tersebut.  Dari  waktu ke  waktu  jika  dilihat  dari  jumlah  pemakaian  yang  makin  meningkat secara  eksponensial  setiap  tahunnya  memungkinkan  fasilitas  yang  pada mulanya  hanya  dapat  dinikmati  segelintir  orang,  dan  sekelompok  kecil sekolah  terkemuka  dengan  biaya  operasional  yang  tinggi,  ke  depan besar  kemungkinan  biaya  yang  besar  itu  akan  dapat  ditekan  sehingga pemanfaatannya  benar-benar  dapat  menjadi  penunjang  utama  bagi pengelolaan pendidikan khususnya bagi pendidikan di daerah.

 II.       PEMBAHASAN

Semakin berkembangnya tehnologi internet membuka wawasan bahwa informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat kita dapatkan. Dengan internet dapat dilakukan melampaui ruang dan waktu. Internet juga menyediakan fasilitas transaksi produk, tranformasi ilmu dan life style. Bahkan umurpun tidak membatasinya, yang tua bahkan yang belia dapat menembus keterbatasan di dunia ini.

Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pengguna blog terbesar kedua di dunia setelah Inggris versi WordPress. Dalam enam bulan belakangan ini, setidaknya 143.108 blog telah di-hosting oleh pengguna. Menurut laporan dari Pew Internet & American Life Project, blog sudah menjadi hal yang lumrah. Pada tahun 2004, pembaca blog meningkat 58 persen, yaitu menjadi 27 persen dari keseluruhan pengguna Internet, atau 32 juta orang. 12 persen dari yang membaca blog juga aktif menambahkan komentar pada blog. (Kutipan dari CNet News.com).

Menurut Technocrati, salah satu mesin pencari blog, saat ini sedikitnya terdapat 112 juta blog per Desember 2007. Diantara pengguna blog adalah para remaja, mahasiswa, politisi, selebiritis, guru hingga anak-anak usia belia. Dengan melihat situasi ini, sebagai guru kita dapat mencari peluang dengan memanfaatkan internet, salah satunya adalah blog sebagai media pembelajaran tentunya kita tidak ingin dikatakan sebagai guru JADUL (Jaman Dulu ).

Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa guru harus mempunyai kompetensi, Kompetensi tersebut meliputi:

    1. Kompetensi pedagogik
    2. Kompetensi profesional;
    3. Kompetensi sosial;
    4. Kompetensi kepribadian;

Salah satunya guru harus memiliki kompetensi professional yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi. Salah satu poin dikatakan guru diharapkan “Menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran”

Yang kedua guru harus memiliki kompetensi sosial yaitu Kemampuan guru dalam komunikasi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar. Salah satunya dikatakan guru diharapkan “Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk berkomunikasi dan pengembangan diri“ Tentunya tidak berlebihan jika kita memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran  berarti kita sudah melaksanakan Undang-undang tersebut.

PEMBELAJARAN BERBASIS WEB

Pembelajaran  berbasis  web  yang  populer  dengan  sebutan  Web-Based Training (WBT) atau kadang disebut Web-Based Education (WEB) dapat didefinisikan  sebagai  aplikasi  teknologi  web  dalam  dunia  pembelajaran untuk  sebuah  proses  pendidikan.  Secara  sederhana  dapat  dikatakan bahwa  semua  pembelajaran  dengan  memanfaatkan  teknologi  Internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web.

Kemudian  yang  ditawarkan  oleh  teknologi  ini  adalah  kecepatan dan tidak terbatasnya pada tempat dan waktu untuk mrngakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta didik kapan saja  dan  di  mana  saja  dirasakan  aman  oleh  peserta  didik  tersebut.  Batas ruang,  jarak  dan  waktu  tidak  lagi  menjadi  masalah  yang  rumit  untuk dipecahkan.

Bagaimana cara belajar melalui web? Ada persyaratan utama yang perlu  dipenuhi  yaitu  adanya  akses  dengan  sumber  informasi  melalui Internet.  Selanjutnya  adanya  informasi  tentang  di  mana  letak  sumber informasi  yang  ingin  kita  dapatkan  berada.  Ada  beberapa  sumber  data yang  dapat  diakses  dengan  bebas  dan  gratis,  tanpa  proses  administrasi pengaksesan  yang  rumit.  Ada  beberapa  sumber  informasi  yang  hanya dapat  diakses  oleh  pihak  yang  memang  telah  diberi  otorisasi  pemilik sumber informasi.

Teknologi  Internet  memberikan  kemudahan  bagi  siapa  saja  untuk mendapatkan informasi apa saja dari  mana saja dan kapan saja dengan mudah  dan  cepat.  Informasi  yang  tersedia  di  berbagai  pusat  data  di berbagai komputer di dunia. Selama komputer-komputer tersebut saling terhubung  dalam  jaringan  Internet,  dapat  kita  akses  dari  mana  saja.  Ini merupakan salah satu keuntungan belajar melalui Internet.

Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakkan materi belajar pada web untuk kemudian diakses melalui komputer web digunakan bukan hanya sebagai media alternatif pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumentasi atau informasi. Web digunakan untuk mendapatkan  sisi  unggul  yang  tadi  telah  diungkap.  Keunggulan  yang tidak dimiliki media kertas ataupun media lain.

Pembelajaran berbasis web itu  unik  tapi  serius.  Kata  serius  dipakai  untuk  mengungkapkan  bahwa merancang sampai dengan mengimplementasikan pembelajaran berbasis web  tidak  semudah  yang  dibayangkan.  Selain  infrastruktur  Internet, pembelajaran  berbasis  web    memerlukan  sebuah  model  instruksional yang  memang  dirancang  khusus  untuk  keperluan  itu.  Sebuah  model instruksional  merupakan  komponen  vital  yang  menentukan  keefektifan proses belajar. Apapun model instruksional yang dirancang, interaktifitas antara  peserta  didik,  guru,  pihak  pendukung  dan  materi  belajar  harus mendapatkan  perhatian  khusus.  Ini  bukan  merupakan  pekerjaan  yang mudah.

Banyak  pihak  mencoba  menggunakan  teknologi  web  untuk pembelajaran  dengan  meletakkan  materi  belajar  secara  online,  lalu menugaskan  peserta  didik  untuk  mendapatkan  (downloading)  materi belajar  itu  sebagai  tugas  baca.  Setelah  itu  mereka  diminta  untuk mengumpulkan laporan, tugas dan lain sebagainya kembali ke guru juga melalui Internet. Jika ini dilakukan tentunya tidaklah menimbulkan proses belajar yang optimal.

Kita  dapat  membayangkan  suasana  di  ruang  kelas  ketika  sebuah “proses  belajar”  sedang  berlangsung.  Berapa  banyak  di  antara  peserta didik aktif terlibat dalam diskusi dan sesi tanya-jawab? Apa yang mereka lakukan di kelas? Dan tentunya masih banyak lagi pertanyaan-peranyaan lain  yang  sebenarnya  kita  sudah  mengetahui  jawabannya.  Proses Monitoring dalam pembelajaran berbasis web lebih sulit daripada di ruang kelas. Menyediakan bahan belajar online tidak cukup. Diperlukan sebuah desain  instruksional  sebagai  model  belajar  yang  mengundang  sejumlah (sama  banyaknya  dengan  kegiatan  di  ruang  kelas)  peserta  didik  unuk terlibat dalam  berbagai kegiatan belajar.

Satu  hal  yang  perlu  diingat  adalah  bagaimana  teknologi  web  ini dapat  membantu  proses  belajar.  Untuk  kepentingan  ini  materi  belajar perlu dikemas berbeda dengan penyampaian yang berbeda pula.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS WEB

Model  pembelajaran  dirancang  dengan  mengintegrasikan pembelajaran  berbasis  web  dalam  program  pembelajaran  konvensional tatap  muka.  Proses  pembelajaran  konvensional  tatap  muka  dilakukan dengan  pendekatan  Student  Centered  Learning  (SCL)  melalui  kerja kelompok. Model ini menuntut partisipasi peserta didik yang tinggi. Untuk  merancang  dan  mengimplementasikan    pembelajaran berbasis web, langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Sebuah program pendidikan untuk peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan kampus dengan berbasis web. Program ini dilakukan idealnya selama 5-10 bulan dan dibagi menjadi 5 tahap. Yaitu tahap 1, 3, 5  dilakukan secara jarak jauh dan untuk itu dipilih media web sebagai alat komunikasi. Sedangkan fase 2 dan 4 dilakukan secara konvensional tatap muka.
  2. Menetapkan  sebuah  mata  kuliah  pilihan  di  jurusan.  Pembelajaran dengan tatap muka dilakukan secara rutin tiap minggu pada tujuh minggu pertama. Setelah itu tatap muka dilakukan setiap 2  atau 3  minggu sekali.

Dua program pendidikan itu disampaikan melalui berbagai macam kegiatan belajar secara kelompok. Belajar dan mengerjakan tugas secara kolaboratif  dalam  kelompok  sangat  dominan  pada    kedua  program tersebut.

INTERAKSI TATAP MUKA DAN VIRTUAL

Sekalipun  teknologi  web  memungkinkan  pembelajaran  dilakukan virtual  secara  penuh  namun  kesempatan  itu  tidak  dipilih.  Interaksi  satu sama lain untuk dapat berkomunikasi langsung secara tatap muka masih dibutuhkan. Ada tiga alasan mengapa forum tatap muka masih dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran ini. Alasan tersebut adalah:

  1. Perlunya forum untuk menjelaskan maksud  dan mekanisme belajar yag akan dilalui  bersama secara langsung dengan semua peserta didik.  Keberhasilan  sebuah  proses  pembelajaran  juga  ditentukan oleh  pemahaman  peserta  didik  tentang  apa,  mengapa  dan bagaimana proses  belajar dan mengerjakan tugas akan berlangsung. Peserta didik perlu mengetahui keluaran dan kompetensi apa yang akan  didapat  setelah  mengikuti  suatu  kegiatan  pembelajaran. Berdasarkan  pengalaman,  menjelaskan  maksud  dan  mekanisme belajar  merupakan  langkah  awal  yang  sangat  vital.  Kelancaran proses belajar selanjutnya sangat ditentukan pada tahapan ini;
  2. Perlunya  memberikan  pemahaman  sekaligus  pengalaman  belajar dengan mengerjakan tugas secara kelompok dan kolaboratif  pada setiap  peserta  didik.  Karena  model  pembelajaran  yang  dirancang menuntut  kerja  kelompok  maka  peserta  didik  perlu  memiliki kompetensi  dan  komunikasi.  Iklim  partisipatoris  dan  aktif  terlibat dalam  berbagai  kegiatan  perlu  dikenalkan  sekaligus  dialami  oleh setiap  siswa.  Untuk  itu  mengenal  pribadi  satu  dengan  yang  lain perlu dilakukan secara langsung guna membangun suatu kelompok yang kokoh selama kerja secara virtual selanjutnya;
  3. Perlunya  pemberian  pelatihan  secukupnya  dalam  menggunakan komputer  yang  akan  digunakan  sebagai  media  komunikasi berbasis  web  kepada  setiap  peserta  didik.  Dengan  menyertakan berbagai  kegiatan  menggunakan  komputer  beserta  fasilitas  sistem komunikasi  pendukungnya,  maka  setiap  peserta  didik  harus mempunyai keterampilan mengoperasikannya. Kekurangpahaman dalam  mengoperasikan  peralatan  tersebut  sangat  berdampak pada  kemungkinan  rendahnya  partisipasi  mereka  dalam  berbagai kegiatan diskusi virtual selanjutnya.

Di negara-negara majau seperti Amerika Serikat, teknologi informasi sudah  betul-betul  merasuk  ke  dalam  kehidupan  sehari-hari.  Dalam berbagai  hal  dapat  kita  lihat  implikasinya.  Berbagai  dokumen  dapat  kita baca untuk melihat hal ini. Di bawah ini akan dibahas implikasi TI dalam bidang Pendidikan.

Sejarah  teknologi  informasi  tidak  dapat  dilepaskan  dari  bidang pendidikan.  Di  Amerika,  TI  mulai  tumbuh  dari  lingkungan  akademis (NSFNET), (Nerds 2.0.1). Demikian halnya di Indonesia, TI mulai tumbuh di lingkungan akademis, seperti di, ITB, UPI, dan UI. Adanya TI  atau  Internet  membuka  sumber  informasi  yang  tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi.  Perpustakaan  merupakan  salah  satu  sumber  informasi  yang  mahal harganya.

Adanya  Jaringan  TI  atau  Internet  memungkinkan  seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet) atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam  penelitian  pendidikan,  tugas  akhir. Tukar  menukar  informasi  atau tanya  jawab  dengan  pakar  dapat  dilakukan  melalui  Internet.  Tanpa adanya  Internet  banyak  tugas  akhir,  tesis,  dan  disertasi  yang  mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

Kerjasama  antar  ahli  dan  juga  dengan  mahasiswa  yang  letaknya berjauhan  secara  fisik  dapat  dilakukan  dengan  lebih  mudah.  Dahulu, seseorang  harus  berkelana  atau  berjalan  jauh  untuk  menemui  seorang pakar  untuk  mendiskusikan  sebuah  masalah.  Saat  ini  hal  ini  dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan e-mail. Makalah dan penelitian dapat  dilakukan  dengan  saling  tukar  menukar  data  melalui  Internet,  via e-mail ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharing. Bayangkan apabila  seorang  mahasiswa  di  Sumatera  dapat  berdiskusi  masalah kedokteran dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Irian. Mahasiswa  di  manapun  di  Indonesia  dapat  mengakses  para  ahli  atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharing  information  juga  sangat  dibutuhkan  dalam  bidang penelitian  agar  penelitian  tidak  berulang  (reinvent  the  wheel).  Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Distance  learning  dan  virtual  campus  merupakan  sebuah  aplikasi baru  bagi  Internet.  Bahkan  tak  kurang  pakar  ekonomi  Peter  Drucker mengatakan  bahwa  “Triggered  by  the  Internet,  continuing  adult  education may  wll  become  our  greatest  growth  industry”.  Virtual  university  memiliki karakteristik  yang  scalable,  yaitu  dapat  menyediakan  pendidikan  yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta  mungkin  hanya  dapat  diisi  50  orang.  Virtual  university  dapat diakses oleh siapa saja, dari mana saja.

Bagi  Indonesia,  manfaat-manfaat  yang  disebutkan  di  atas  sudah dapat  menjadi  alasan  yang  kuat  untuk  menjadikan  Internet  sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia melalui akses ke perpustakaan; akses ke pakar; dan penyediaan fasilitas kerjasama.

Dalam kegiatan pembelajaran dengan munculnya berbagai software yang  dapat  digunakan  untuk  kepentingan  pembelajaran,  sekarang  ini para  guru  dapat  merancang  pembelajaran  dengan  berbasis  komputer, yaitu  dengan  menggunakan  salah  satu  bahasa  pemrograman  baik  itu Borland  Delphi,  Pascal,  Adobe/Macromedia  Flash,  SWiSH  dan  lainnya.  Hal ini dapat memberikan variasi dalam  mengajar. Seorang guru tidak harus selalu  menjejali  siswa  dengan  informasi  yang  membosankan.  Dengan menggunakan  Teknologi  Informasi  seorang  guru  dapat  memanfaatkan komputer sebagai total teaching, di mana guru hanya sebagai fasilitator dan siswa dapat belajar dengan berbasis komputer baik dengan menggunakan model pembelajaran drills, tutorial, simulasi ataupun instructional games.

            Dalam internet banyak fasilitas yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran. Salah satu produk internet adalah BLOG. Weblog atau blog adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diperbarui (update) secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang dianggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

Blog merupakan teks dokumen, gambar, obyek media, dan data yang tersusun secara rapi dan menurut kronologi tertentu, yang dapat dilihat melalui browser internet dan biasanya berisi catatan atau jurnal pribadi. Blog dapat dikategorikan sebagai e-learning, dalam tulisannya Rosenberg (2001) beliau mengungkapkan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.

MANFAAT BLOG

  1. Media interaktif diluar kelas

Sebuah blog dapat dijadikan media belajar interaktif, misalnya guru di sebuah sekolah dapat membuat blog dimana isi  sebuah blog menyangkut mata pelajaran masing-masing guru. Kemudian ada siswa yang mengakses blog tersebut, siswa mengisi comment di blog, sehingga terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.

2. Media untuk menyimpan file

Guru dapat menyusun dan meresume materi pelajaran kemudian meletakkannya ke dalam sebuah blog, Hal ini sangat membantu mempercepat pengajaran karena siswa tidak perlu mencatat lagi dipapan tulis sehingga siswa dapat mengakses materi guru dengan mudah, tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Penggunaan blog sebagai media pembelajaran sangat usabilitas (mudah digunakan) dan maintanabel (mudah dikelola dan dirawat).

3. Media curhat bagi siswa

Blog memiliki fasilitas yang memungkinkan pengunjung sebuah blog meninggalkan komentar, oleh sebab itu  blog dapat menjadi media untuk mengungkapkan usul, komentar dan curhat  siswa tentang sistem pengajaran yang ada di sekolah, sehingga pihak sekolah dan guru dapat meningkatkan kinerja mereka sesuai yang diharapkan para peserta didik .

4. Media untuk menulis

Blog dapat berfungsi sebagai media writing learning. Dengan blog guru belajar dan mengasah kemampuannya dalam membuat sebuah karya ilmiah atau karya tulis. Sebelum ikut dalam bidang karya tulis dalam setiap even resmi seperti; lomba karya tulis, atau sertifikasi, alangkah baiknya guru menggunakan blog sebagai media writting learning terlebih dahulu. blog juga merupakan sarana yang cepat dan mudah sebagai sarana penyebaran hasil-hasil penelitian, penataran, penelitian, workshop dan berbagai macam tulisan lainnya

5. Media untuk mendapatkan informasi

Guru bisa mendapatkan Informasi melalui proses pencarian dengan search engine akan membuka dan menambah wawasan guru tentang dunianya dan dunia ilmu pengetahuan. Guru bisa mendapatkan informasi melalui buku, koran, majalah tapi kita hanya berperan sebagai pembaca pasif. Dengan blog kita bisa langsung memberi komentar dan informasi yang didapatkan semakin luas dengan saling memberi link dengan pengguna blog lain

6. Sarana berdiskusi

Blog juga menjadi pilihan   sebagai sarana berdiskusi antar guru dengan siswa , guru dengan guru. dan berbagi pengetahuan dengan pengguna blog yang lain, sehingga membuka wawasan berfikir kita

7. Media berkreativitas

Guru dapat menghias blog sesuai dengan keinginan,misalnya dipercantik dengan gambar, foto, slide, video, template, background yang semuanya didapatkan secara gratis  melalui counter dalam internet

Demikian manfaat yang ada pada internet, khususnya blog, yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan pendidikan. Memang keberadaan blog yang banyak kegunaannya masih jarang dimanfaatkan oleh sebagian guru. Sebelum mencoba kita  tidak akan pernah merasakan manfaat blog itu .

III.    DAFTAR PUSTAKA

Azhar Arsyad, 2003.  Media Pembelajaran. Cet. IV, Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Supriyanto Aji, 2005. Pengantar Teknologi dan Informasi. Jakarta : Penerbit Salemba Infotek.

http://lusytekpend.blogspot.com/2008/01/internet-sebagai-media-pembelajaran.html

http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/07/pemanfaatan-internet-sebagai-alternatif-sumber-belajar-dan-media-pendidikan-jarak-jauh/

http://ebookbrowse.com/pemanfaatan-web-sebagai-media-pembelajaran-bahasa-inggris-pptx-d259119940

http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/06/25/mengoptimalkan-fungsi-blog-sebagai-media-belajar-di-era-digital/

Bahan Ajar

Posted: 27 November 2012 in Tak Berkategori

Pengertian BAHAN AJAR

Guna menghasilkan tamatan yang mempunyai  kemampuan sesuai standard kompetensi lulusan, diperlukan pengembangan pembelajaran untuk setiap kompetensi secara sistematis, terpadu, dan tuntas (mastery learning).

Pada pendidikan menengah umum, di samping buku-buku teks, juga dikenalkan adanya lembar-lembar pembelajaran (instructional sheet) dengan nama yang bermacam-macam, antara lain: lembar tugas (job sheet), lembar kerja (work sheet), lembar informasi (information sheet) dan bahan ajar lainnya baik cetak maupun non-cetak. Semua bahan yang digunakan untuk mendukung proses belajar itu disebut sebagai bahan ajar (teaching material).

Untuk pembelajaran yang bertujuan mencapai kompetensi sesuai profil kemampuan tamatan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diperlukan kemampuan guru untuk dapat mengembangkan yang tepat. Dengan pendekatan belajar tuntas (mastery learning) diharapkan siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi secara utuh, sesuai dengan kecepatan belajarnya. Untuk itu bahan ajar hendaknya disusun agar siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran mencapai  kompetensi.

Terdapat dua istilah yang sering digunakan untuk maksud yang sama namun sebenarnya memiliki pengertian yang sedikit berbeda, yakni sumber belajar dan bahan ajar. Untuk itu, maka berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang pengertian sumber belajar dan bahan ajar.

1.   Pengertian Sumber Belajar

Sering kita dengar istilah sumber belajar (learning resource), orang juga banyak yang telah memanfaatkan sumber belajar, namun umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa  apa yang mereka gunakan, orang, dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar.

Sumber belajar dalam website bced didefinisikan sebagai berikut: Learning resources are defined as information, represented and stored in a variety of media and formats, that assists student learning as defined by provincial or local curricula. This includes but is not limited to, materials in print, video, and software formats, as well as combinations of these formats intended for use by teachers and students. http://www.bced.gov.bc.ca/irp/appskill/ asleares.htm January 28, 1999.

Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum.  Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru.

Sadiman mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004)

Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran.

Dengan demikian maka  sumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.

Dari pengertian tersebut maka sumber belajar dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan sebagai tempat belajar yang berarti sumber belajar, misalnya perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.
  2. Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya.
  3. Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.
  4. Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar.
  5. Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.
  6. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar.

Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa.

2.   Pengertian Bahan Ajar

Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Bahan ajar atau teaching-material, terdiri atas dua kata yaitu teaching atau mengajar dan material atau bahan.

Menurut University of Wollongong NSW 2522, AUSTRALIA  pada website-nya, WebPage last updated: August 1998, Teaching is defined as the process of creating and sustaining an effective environment for learning.

Melaksanakan pembelajaran diartikan sebagai proses menciptakan dan mempertahankan suatu lingkungan belajar yang efektif.


Paul S. Ache lebih lanjut mengemukakan tentang material yaitu:
Books can be used as reference material, or they can be used as paper weights, but they cannot teach.

Buku dapat digunakan sebagai bahan rujukan, atau dapat digunakan sebagai bahan tertulis yang berbobot.

 Dalam website Dikmenjur dikemukakan pengertian bahwa, bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.

 Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar berfungsi sebagai:

  1. Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
  2. Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya.
  3. Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.

Pendapat lain mengatakan sebagai berikut;

 Definition of teaching material

They are the information, equipment and text for instructors that are     required for planning and review  upon training implementation.  Text and training equipment are included in the teaching material.( Anonim dalam Web-site)

 Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktor untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

 Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.  Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.   (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).

 Pengelompokan bahan  ajar menurut Faculté de Psychologie et des Sciences de l’Education Université de Genève dalam website adalah sebagai berikut :

 Integrated media-written, audiovisual, electronic, and interactive-appears in all their programs under the name of Medienverbund or Mediamix (Feren Universitaet and Open University respectively).

http://tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfapeople/peraya.html>http:// tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfa-people/ peraya.html, Faculté de Psychologie et des Sciences de l’Education Université de Genève.

Media tulis, audio visual, elektronik, dan interaktif  terintegrasi  yang kemudian disebut sebagai medienverbund (bahasa jerman yang berarti media terintegrasi) atau mediamix.

 Sedangkan Bernd Weidenmann, 1994 dalam buku Lernen mit Bildmedien mengelompokkan menjadi tiga besar, pertama auditiv yang menyangkut radio (Rundfunk), kaset (Tonkassette), piringan hitam (Schallplatte).  Kedua yaitu visual (visuell) yang menyangkut Flipchart, gambar (Wandbild), film bisu (Stummfilm), video bisu (Stummvideo), program komputer (Computer-Lernprogramm), bahan tertulis dengan dan tanpa gambar (Lerntext, mit und ohne Abbildung).  Ketiga yaitu audio visual (audiovisuell) yang menyangkut berbicara dengan gambar (Rede mit Bild), pertunjukan suara dan gambar (Tonbildschau),dan film/video.

 Dari berbagai pendapat di atas dapat disarikan bahwa bahan ajar adalah merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.

  Sebuah bahan ajar paling tidak  mencakup antara lain :

  1. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
  2. Kompetensi yang akan dicapai
  3. Content atau isi  materi pembelajaran
  4. Informasi pendukung
  5. Latihan-latihan
  6. Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
  7. Evaluasi
  8. Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi

Petunjuk Pembayaran SPP On Line Universitas Ahmad Dahlan :

  • SPP dapat dibayarkan melalui :
    1. Loket bank di kampus (Kampus 1 & 2 : BSM, Kampus 3 : Bukopin)
    2. Loket bank di luar kampus (hanya di Bank BRI, seluruh kantor di Indonesia)

  • Jika hendak mambayar melalui Bank BRI, maka ikuti langkah berikut :
    1. (Bila Perlu) Cetak halaman ini dan bawa ke Bank BRI terdekat.
    2. Sampaikan ke petugas BRI bahwa anda mau membayar SPP On Line.
    3. Jika Petugas menanyakan nomor rekening, katakan bahwa “Pembayaran melalui Portal BRI pada menu SPP OnLine dan tidak ada nomor rekeningnya” (sambil menunjukkan brosur ini).
    4. Tulis Nomor Induk Mahasiswa (NIM) anda pada secarik kertas, berikan ke petugas di loket BRI.

  • Jika petugas loket Bank BRI kesulitan, tunjukkan langkahnya sbb :
    1. Masuk Portal Login Menu Payment Pilih SPP On Line Pilih SPP & Ujian Mandiri Pilih UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
    2. Masukkan Nomor Mahasiswa
    3. Pilih Jenis Pembayaran yang sesuai (SPP 01:UANG KULIAH)
    4. Lakukan transaksi sesuai tagihan
    5. Cetak VALIDASI dan VOUCHER menggunakan slip setoran BRI
    6. Berikan tanda tangan, stempel tanggal dan stempel BRI.

  • Bila ada kesulitan harap hubungi petugas BRI Cik di Tiro Yogyakarta : 0878-3919-7536 (Bp Brata).

Pengertian Pendidikan Menurut Prof Dr John Dewey

Pendidikan adalah suatu proses pengalaman karena kehidupan adalah pertumbuhan. Pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan ialah proses menyesuaikan pada tiap-tiap fase serta menambahkan kecakapan di dalam perkembangan seseorang.

Pengertian Pendidikan Menurut M.J Langeveld

Pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak dan merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.

Pengertian Pendidikan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia 1991

Pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.

Handout Teori Atom

Posted: 25 November 2012 in Tak Berkategori

HandoutTeori atom

Disusun oleh :

Anggit Adi Prasetyo (10007058), &

Titik Cahyani (10007037)

fisika untuk Kelas xii

Sma Negeri 1 Dompu

Nusa tenggara barat

TEORI  ATOM

  1. A.  Teori Atom

       a).   Pendahuluan.

Kita dapat merasakan manisnya gula pasir, jika kemudian butiran gula pasir itu kita tumbuk atau di blender maka akan  dihasilkan serbuk gula pasir dan tentu serbuk gula itu tetap saja akan manis rasanya walaupun ukuran butirannya sangatlah kecil tetapi memiliki sifat yang sama dengan sifat sebelumnya. Jika kemudian serbuk gula dilarutkan ke dalam air maka kita tidak bisa melihat ukuran butiran gula lagi, tetapi kita hanya dapat merasakan manisnya air gula itu, jadi jika kita membagi benda menjadi ukuran-ukuran yang sangat kecil maka pada suatu saat sampailah bagian itu pada batas yang terkecil, bagian yang terkecil itulah yang dinamakan atom.

Konsep atom pertama kali diajukan oleh Demokritus ( 460 – 370 SM ) dimana atom atau atomos itu ialah bagian terkecil dari suatu benda atau partikel yang tidak dapat dibagi lagi. Konsepsi tentang atom tentu saja tidak dilandasi dengan eksperimen, tetapi murni dari hasil pemikiran.

Pada abad ke 19 gagasan tentang atom dan bagian terkecil dari zat mulai dipelajari lagi.

John Dalton (1766 – 1844) telah melakukan percobaan yang menunjang pengertian orang tentang atom, teori atom Dalton mencoba menerangkan reaksi-reaksi antara zat-zat. Sehingga dengan adanya teori Dalton unsur-unsur mulai ditemukan antara lain karbon, belerang,  emas , timah, besi dsb,

Sedangkan teori atom dari Dalton yaitu :

  1. Atom  merupakan  bagian terkecil dari unsur yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.
  2. Atom-atom  dari  satu unsur sama  dan  tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain.

3. Dua atom  atau lebih dari unsur yang berbeda dapat membentuk suatu molekul.

4.  Pada suatu reaksi kimia atom-atom berpisah kemudian bergabung lagi dengan susunan yang berbeda dari semula, tetapi massa keseluruhan tetap. teori ini sesuai dengan hukum Lavoisier, yang mengemukakan bahwa jumlah massa sebelum reaksi dan setelah reaksi tetap.

     b).Model atom Thomson.

Model atom Dalton cocok dengan pecobaan-percobaan yang telah dilakukan pada saat itu, tetapi konsistensi ini belum tentu menunjukan bahwa teori itu benar dan untuk menguji kebenaran suatu teori harus ditunjukan dengan adanya fakta dan juga ditunjukan bahwa itu merupakan satu-satunya teori yang cocok. Teori bukanlah sesuatu yang mutlak tetapi teori merupakan pembimbing atau rencana selama bekerja.

Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel sub atom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.

Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positif untuk menetralkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang menyatakan bahwa:

“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”

Model atom ini dapat digambarkan sebagai roti kismis. Kismis yang melekat pada sebuah kue menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam kue, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal.

Kelemahan : Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

      c).  Model atom Rutherford.

 Ernest Rutherford ( 1871 – 1937 ) bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (α) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.

Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesimpulan berikut:

  1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
  2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
  3. Partikel tersebut merupakan partikel yang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.

Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.

Model atom Rutherford :

Seperti halnya model atom Thomson maka model atom Rutherford juga harus diuji kebenarannya apakah sesuai dengan kenyataan atau sebaliknya, Karena elektron bermuatan negatif dan inti atom bermuatan positif maka antara elektron dan inti atom akan terjadi tarik menarik dengan gaya Coulomb, gaya Coulomb ini menyebabkan gaya sentripetal yang menyebabkan elektron tetap berada pada lintasannya. Gaya sentripetal ini dapat mengakibatkan elektron dipercepat dengan percepatan sentripetal dan jika mendapat percepatan maka elektron akan memancarkan energi berupa gelombang elektromagnet (energi), akibatnya energi elektron akan berkurang sehingga lintasan elektron tidak lagi bulat tetapi lama kelamaan lintasannya akan mengecil sehingga akhirnya elektron akan bersatu dengan inti atom. Dengan adanya sanggahan terhadap model atom Rutherford tentang energi elektron maka teori Rutherford tidak menjamin akan kesetabilan atom, inilah keberatan pertama terhadap model atom Rutherford.

Akibat lintasan elektron makin mengecil  maka periode putaran elektron makin kecil dan dengan   demikian frekuensi gelombang yang dipancarkan semakin mengecil dan bervariasi, spektrum energi dari model atom Rutherford tidak cocok dengan gejala yang ditunjukan oleh spektrum garis pada atom hidrogen, inilah keberatan kedua model  atom Rutherford.

Rutherford   

Hans Geiger 

Ernest Marsden

Dengan pengujian tentang lintasan elektron dan spektrum energi maka gugurlah model atom dari Rutherford.

D.  Model atom menurut Bohr.

Untuk menutupi kelemahan model atom yang dikemukakan oleh Rutherford yang terletak pada lintasan elektron dan spektrum energi, maka Bohr mengajukan model  atomnya yaitu :

Elektron mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu yang disebut lintasan stationer dan selama gerakannya elektron-eletron itu tidak memancarkan atau  melepas energi.

Postulat ini jelas bertentangan dengan teori elektromegnetik yaitu saat bergerakelektron selalu memencarkan energi.

Tetapi teori yang dikemukakan oleh Bohr benar  dan sesuai dengan teori kuantum dimana elektron saat bergerak berputar mengelilingi inti atom memiliki momentum anguler sebesar :

Niels Bohr

Elektron dapat berpindah lintasan ke lintasan rendah sambil memancarkan energi atau ke lintasan yang lebih tinggi sambil menyerap energi, berupa gelombang elektromagnet.

Dalam  pengujian  kebenaran teori atom dari Bohr memang tidaklah sempurna walau tetap ada kelemahan-kelemahan tetapi setidaknya teori atom Bohr sudah lebih maju di banding dengan teori-teori atom pendahulunya.

Adapun kelemahan teori atom Bohr yaitu:

  • Tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan ikatan kimia pada atom dan molekul dengan baik.
  • Tidak dapat menerangkan  pengaruh medan magnet terhadap atom, ini dapat diterangkan oleh peneliti lain yaitu  Zeeman
  • Tidak  dapat menerangkan spektrum  atom berelektron banyak.

Berdasar pada pengujian model atom yang diajukan oleh Rutherford, elektron saat mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu memiliki percepatan sehingga elektron itu memancarkan ( spektrum ) energi akibatnya energi elektron itu sendiri lama kelamaan akan habis, dalam proses pemancaran merupakan spektrum kontinyu atau tidak terputus, dengan adanya percobaan spektrum pada atom Hidrogen hal ini tidaklah terbukti karena spektrum atom  hidrogen sendiri menunjukan spektrum yang terputus-putus atau diskontinyu.

RESENSI BUKU

Judul Buku                  : Adzan, Iqomah & Sholat Berjamaa’ah Menurut Rasulullah

Penulis                         : Drs. Agung Danarta, M.Ag

Penerbit                       : Suara Muhammadiyah

Cetakan                       : Cetakan III, Juni 20

Tebal                           : 176

Harga                          : Rp. 12.500,00

Seperti telah kita ketahui bersama bahwa kaum muslimin sekarang ini banyak yang tidak mengetahui sholat berjamaah bahkan tidak mengerti tata cara sholat berjamaah itu.

Buku ini merupakan karya Drs. Agung Danarta, M.Ag yang sudah mencapai cetakan ketiga. Di dalamnya dijelaskan tuntunan bagi kaum muslimin dalam melaksanakan adzan, iqomah, dan shalat berjamaah serta hal-hal lain seputar aktivitas tersebut, dengan merujuk kepada Al-Quran dan Sunnah Shalihah.

Buku ini menjadi sangat penting karena didasarkan pada hadis-hadis sahih yang sudah tidak diperdebatkan lagi tentang kesahihannya, sementara hadis-hadis yang masih dha’if digeser kedudukanya sehingga tidak menjadi  dalil utama namun  hanya sebagai penguat hadis sahih yang sudah ada.

Yang khas dalam buku ini adalah setiap aktivitas yang berkenaan dengan Adzan, Iqomah dan Shalat Berjamaah senantiasa disertai dalil-dalil yang merujuk kepada hadist nabi dengan disertai penjelasan letak hadist dalam kitab sumber primernya.

Buku ini juga mempunyai format buku tuntunan praktis sehingga hal-hal yang berkenaan dengan analisa kesahihan hadis dapat dimasukan dalam catatan kaki dan mudah diakses jika berkeinginan membaca kitab rujukannya.

Dalam ringkasan ini hanya dikutipkan sebagian isi dari buku tersebut sebagai gambaran untuk para pembaca. Yang semoga bermanfaat buat pembaca. Footnote tidak saya sertakan.

1.   MENYERUKAN ADZAN

Bila shalat fardhu telah tiba, hendaklah orang-orang yang terbaik suaranya menyerukan adzan.

Dalil : Nabi saw bersabda, “Apabila tiba waktu shalat, hendaklah beradzan salah seorang diantaramu dan hendaklah orang tertua diantaramu menjadi imam”(Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Nasaiy, Ahmad ibn Hanbal dan ad-Darimiy dari Malik ibn Huwairis)

Rasululah saw memanggil dua puluh orang laki-laki, kemudian merekapun beradzanlah, maka suara Abu Mahdzurah sangat menakjubkan beliau, lalu beliau mengajar adzan kepadanya: Alla-hu Akbar, Alla-hu Akbar, Alla-hu Akbar, Alla-hu Akbar, Asyhadu alla- ila-ha illalla-h, Asyhadu alla- ila-ha illalla-h, Asyhadu anna Muhammadar rosu-lulla-h, Asyhadu alla- ila-ha illalla-h, Asyhadu alla- ila-ha illalla-h, Asyhadu anna Muhammadar rosu-lulla-h, Hayya ‘alash shola-h, Hayya ‘alash shola-h, Hayya ‘alal fala-h, Hayya ‘alal fala-h, Alla-hu Akbar, Alla-hu Akbar,  La- ila-ha illalla-h. Dan iqamat dua kali-dua kali. (Hadis riwayat ad-Darimiy, Abu Syaikh, Ibn Hibban dan Ibn Khuzaimah dan Abu Mahdzurah).

12.  BERUSAHALAH MENGERJAKAN SHALAT FARDHU DENGAN BERJAMAAH

Berusahalah mengerjakan shalat fardhu dengan berjamaah di masjid, di musholla atau lainnya. Dan jangan tergesa-gesa mendatangi shalat jamaah hingga selesai keperluanmu. Dan apabila shalat telah diqomatkan, maka pergilah mendatanginya dengan tenang.

Dalil :  – Dirikanlah shalat.

Dan dirkanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku. (QS. Al-Baqarah:43)

–  Bila bersama orang lain, shalatlah secara berjamaah.

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu (QS. An-Nisa’:102)

–  Shalat berjamaah itu keutamaannya melebihi 27 derajat dibanding shalat sendirian.

Rasulullah saw bersabda, “Shalat jamaah itu melebihi keutamaan shalat sendirian, dengan duapuluh tujuh derajat”. (Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad ibn Hanbal dan Malik dari ‘Abdullah ibn ‘Umar dengan lafal riwayat Bukhari)

Sanad hadis ini berkualitas sahih, dan dapat dipakai sebagai hujjah.

–  Ingin rasanya Rasulullsh membakar rumah orang yang tidak ikut jamaah shalat subuh dan ‘isya’.

Rasulullah saw bersabda, “Shalat yang terberat bagi orang-orang munafik ialah shalat ‘isyak dan shalat fajar. Padahal apabila mereka mengerti akan keutamaan kedua shalat tersebut, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak. Mau aku rasanya menyuruh orang qomat untuk shalat lalu aku menyuruh seseorang menjadi imam bersama-sama shalat dengan orang banyak. Kemudian aku pergi bersama-sama dengan beberapa orang yang membawa beberapa ikat kayu bakar, untuk mendatangi mereka yang  tidak ikut shalat dan membakar rumah-rumah mereka”. (hadis riwayat Bukhari dan Muslim dan Abu Hurairah, lafal riwayat Muslim).

Sanad hadis ini berkualitas sahih, dan dapat dipakai sebagai hujjah.

–  Bila ada tiga orang, dan tidak mau shalat secara berjamaah, maka ketiganya dikuasai syetan.

Rasulullah saw bersabda, “Tiap-tiap ada tiga orang di suatu kampung yang tidak mau adzan dan tidak mau mengadakan shalat (jamaah), tentulah ketiganya dikuasai oleh syaitan”. (Hadis riwayat Ahmad ibn Hanbal, Nasaiy dan Abu Dawud dari Abu Darda’).

Sanad hadis ini berkualitas sahih, dan dapat dipakai sebagai hujjah.

PENUTUP

Shalat berjamaah merupakan ibadah mahdhah. Dalam Ushul al-Fiqh berlaku kaidah al- ashl fi al- ‘ibadat haram illa ma dalla al- dalil ‘ala khilafih. Sehingga dalam hal tata cara shalat berjamaah haruslah merujuk pada dasar-dasar nnash. Hadis umum mengenai cara shalat yang harus dilakukan oleh kaum muslimin adalah shollu kama roatumuni usholli.

Demikian secara ringkas apa yang bisa saya kutip dari buku Adzan, Iqomah & Sholat Berjamaa’ah Menurut Rasulullah. Saya berharap agar apa yang saya tuliskan ini mempunyai nilai di sisi Allah SWT dan bermanfaat bagi kaum muslimin semuanya. Amiin.

Pendidikan ialah proses melatih akaliah, jasmaniah dan moral manusia untuk melahirkan warganegara yang baik serta menuju ke arah kesempurnaan bagi mencapai tujuan hidup.

Tirtarahardja dan S.L. La Sulo, dalam buknya “Pengantar Pendidikan” (2005:42), mengemukakan salah satu konsep pendidikan itu adalah Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH), mengatakan bahwa konsep PSH sudah ada sejak zaman Rasulullah, sesuai sebuah hadis, “Tuntutlah ilmu sejak di buaian hingga ke liang lahat”.

Pada dasarnya PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, tetapi  PSH merupakan suatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Dalam konsep PSH disebutkan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, melainkan merupakan suatu proses berkesinambungan dan berlangsung sepanjang hidup.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari sudah dapat  dilihat bahwa pada hakikatnya orang belajar sepanjang hidup, meskipun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama. Jelasnya tidak ada batas usia yang menunjukkan tidak mungkinnya dan tidak dapatnya orang tersebut belajar.

Dorongan belajar sepanjang hayat itu terjadi karena dirasakan sebagai suatu kebutuhan. Setiap orang merasa butuh untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya dalam menghadapi dorongan-dorongan dari dalam dan tantangan alam sekitar yang selalu berubah. Sepanjang hidupnya manusia memang tidak pernah berada di dalam suatu tempat. Mereka dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif, dinamis, kreatif dan inovatif terhadap diri dan kemajuan zaman.

PSH yang dalam aplikasinya telah lama berlangsung secara alamiah dalam kehidupan manusia itu dalam perjalanannya menjadi pudar, disebabkan oleh semakin kuatnya kedudukan sistem pendidikan persekolahan di tengah¬tengah masyarakat. Sistem pendidikan persekolahan yang polanya telah mentradisi membentuk masyarakat tersendiri dan memisahkan diri dari lingkungan masyarakat luas dengan pagar pekarangan sekolah, mendindingi kelas, membatasi waktu belajarnya sampai usia tertentu dan jangka waktu tertentu. Seolah-olah sekolah membentuk masyarakat khusus yang mempersiapkan diri untuk kehidupan di hari depan, bukan kehidupan sekarang ini, dengan membekali diri berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan menurut porsi yang telah ditetapkan dengan keyakinan bahwa bekal tersebut pasti cocok dengan tuntutan zaman. Tetapi pada kenyataan bahwa masyarakat selalu berubah dengan membawa tuntutan-tuntutan baru. Bekal yang telah dipersiapkan secara baku pada saat seseorang ditempa di sekolah tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dilapangan yang akan diterjuni.

Akan tetapi, sejauh ini konsep pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan pendekatan dalam kurikulum yang ada. Kualitas pendidikan di Indonesia yang hanya cenderung mengekang kreativitas berpikir dan berkarya serta menciptakan pekerjaan. Kurikulum yang ada dalam sietem pendidikan di Indonesia saat ini sangat membuat peserta didik menjadi pintar namun tidak menjadikan cerdas. Pengembangan kreativitas ini disebabkan pula karena kentalnya paradigma yang mengarahkan masyarakatnya pada penciptaan tenaga kerja untuk pemenuhan industri.

Waktu belajar adalah seluruh waktu hidup manusia & setiap pengetahuan membentang dan menantang untuk dikuasai guna meningkatkan kualitas pendidikan di kehidupan manusia. Pendidikan sudah semakin beragam, tugas-tugas dan bentuknya melingkupi pengetahuan hidup tentang dunia, manusia lain, dan diri mereka sendiri.

Untuk itu pemerintah Indonesia harus meningkatkan lagi kualitas pendidikan di Indonesia agar lebih baik dan lebih maju yaitu dengan cara memberikan masyarakat Indonesia bagaimana belajar mengetahui pendidikan, belajar berbuat, belajar hidup bersama dan belajar menjadi seseorang. PSH itu sendiri memberikan kekuatan motivasi bagi peserta didik agar masyarakat Indonesia dapat melakukan kegiatan belajar berdasarkan dorongan yang diarahkan oleh dirinya sendiri, dengan cara berpikir dan berbuat didalam dan terhadap dunia kehidupanya serta PSH akan berguna untuk masa depan yang akan datang.

Pendidikan ialah proses melatih akaliah, jasmaniah dan moral manusia untuk melahirkan warganegara yang baik serta menuju ke arah kesempurnaan bagi mencapai tujuan hidup.

Tirtarahardja dan S.L. La Sulo, dalam buknya “Pengantar Pendidikan” (2005:42), mengemukakan salah satu konsep pendidikan itu adalah Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH), mengatakan bahwa konsep PSH sudah ada sejak zaman Rasulullah, sesuai sebuah hadis, “Tuntutlah ilmu sejak di buaian hingga ke liang lahat”.

Pada dasarnya PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, tetapi  PSH merupakan suatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Dalam konsep PSH disebutkan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, melainkan merupakan suatu proses berkesinambungan dan berlangsung sepanjang hidup.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari sudah dapat  dilihat bahwa pada hakikatnya orang belajar sepanjang hidup, meskipun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama. Jelasnya tidak ada batas usia yang menunjukkan tidak mungkinnya dan tidak dapatnya orang tersebut belajar.

Dorongan belajar sepanjang hayat itu terjadi karena dirasakan sebagai suatu kebutuhan. Setiap orang merasa butuh untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya dalam menghadapi dorongan-dorongan dari dalam dan tantangan alam sekitar yang selalu berubah. Sepanjang hidupnya manusia memang tidak pernah berada di dalam suatu tempat. Mereka dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif, dinamis, kreatif dan inovatif terhadap diri dan kemajuan zaman.

PSH yang dalam aplikasinya telah lama berlangsung secara alamiah dalam kehidupan manusia itu dalam perjalanannya menjadi pudar, disebabkan oleh semakin kuatnya kedudukan sistem pendidikan persekolahan di tengah¬tengah masyarakat. Sistem pendidikan persekolahan yang polanya telah mentradisi membentuk masyarakat tersendiri dan memisahkan diri dari lingkungan masyarakat luas dengan pagar pekarangan sekolah, mendindingi kelas, membatasi waktu belajarnya sampai usia tertentu dan jangka waktu tertentu. Seolah-olah sekolah membentuk masyarakat khusus yang mempersiapkan diri untuk kehidupan di hari depan, bukan kehidupan sekarang ini, dengan membekali diri berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan menurut porsi yang telah ditetapkan dengan keyakinan bahwa bekal tersebut pasti cocok dengan tuntutan zaman. Tetapi pada kenyataan bahwa masyarakat selalu berubah dengan membawa tuntutan-tuntutan baru. Bekal yang telah dipersiapkan secara baku pada saat seseorang ditempa di sekolah tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dilapangan yang akan diterjuni.

Akan tetapi, sejauh ini konsep pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan pendekatan dalam kurikulum yang ada. Kualitas pendidikan di Indonesia yang hanya cenderung mengekang kreativitas berpikir dan berkarya serta menciptakan pekerjaan. Kurikulum yang ada dalam sietem pendidikan di Indonesia saat ini sangat membuat peserta didik menjadi pintar namun tidak menjadikan cerdas. Pengembangan kreativitas ini disebabkan pula karena kentalnya paradigma yang mengarahkan masyarakatnya pada penciptaan tenaga kerja untuk pemenuhan industri.

Waktu belajar adalah seluruh waktu hidup manusia & setiap pengetahuan membentang dan menantang untuk dikuasai guna meningkatkan kualitas pendidikan di kehidupan manusia. Pendidikan sudah semakin beragam, tugas-tugas dan bentuknya melingkupi pengetahuan hidup tentang dunia, manusia lain, dan diri mereka sendiri.

Untuk itu pemerintah Indonesia harus meningkatkan lagi kualitas pendidikan di Indonesia agar lebih baik dan lebih maju yaitu dengan cara memberikan masyarakat Indonesia bagaimana belajar mengetahui pendidikan, belajar berbuat, belajar hidup bersama dan belajar menjadi seseorang. PSH itu sendiri memberikan kekuatan motivasi bagi peserta didik agar masyarakat Indonesia dapat melakukan kegiatan belajar berdasarkan dorongan yang diarahkan oleh dirinya sendiri, dengan cara berpikir dan berbuat didalam dan terhadap dunia kehidupanya serta PSH akan berguna untuk masa depan yang akan datang.

Pendidikan ialah proses melatih akaliah, jasmaniah dan moral manusia untuk melahirkan warganegara yang baik serta menuju ke arah kesempurnaan bagi mencapai tujuan hidup.

Tirtarahardja dan S.L. La Sulo, dalam buknya “Pengantar Pendidikan” (2005:42), mengemukakan salah satu konsep pendidikan itu adalah Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH), mengatakan bahwa konsep PSH sudah ada sejak zaman Rasulullah, sesuai sebuah hadis, “Tuntutlah ilmu sejak di buaian hingga ke liang lahat”.

Pada dasarnya PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, tetapi  PSH merupakan suatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Dalam konsep PSH disebutkan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, melainkan merupakan suatu proses berkesinambungan dan berlangsung sepanjang hidup.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari sudah dapat  dilihat bahwa pada hakikatnya orang belajar sepanjang hidup, meskipun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama. Jelasnya tidak ada batas usia yang menunjukkan tidak mungkinnya dan tidak dapatnya orang tersebut belajar.

Dorongan belajar sepanjang hayat itu terjadi karena dirasakan sebagai suatu kebutuhan. Setiap orang merasa butuh untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya dalam menghadapi dorongan-dorongan dari dalam dan tantangan alam sekitar yang selalu berubah. Sepanjang hidupnya manusia memang tidak pernah berada di dalam suatu tempat. Mereka dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif, dinamis, kreatif dan inovatif terhadap diri dan kemajuan zaman.

PSH yang dalam aplikasinya telah lama berlangsung secara alamiah dalam kehidupan manusia itu dalam perjalanannya menjadi pudar, disebabkan oleh semakin kuatnya kedudukan sistem pendidikan persekolahan di tengah¬tengah masyarakat. Sistem pendidikan persekolahan yang polanya telah mentradisi membentuk masyarakat tersendiri dan memisahkan diri dari lingkungan masyarakat luas dengan pagar pekarangan sekolah, mendindingi kelas, membatasi waktu belajarnya sampai usia tertentu dan jangka waktu tertentu. Seolah-olah sekolah membentuk masyarakat khusus yang mempersiapkan diri untuk kehidupan di hari depan, bukan kehidupan sekarang ini, dengan membekali diri berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan menurut porsi yang telah ditetapkan dengan keyakinan bahwa bekal tersebut pasti cocok dengan tuntutan zaman. Tetapi pada kenyataan bahwa masyarakat selalu berubah dengan membawa tuntutan-tuntutan baru. Bekal yang telah dipersiapkan secara baku pada saat seseorang ditempa di sekolah tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dilapangan yang akan diterjuni.

Akan tetapi, sejauh ini konsep pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan pendekatan dalam kurikulum yang ada. Kualitas pendidikan di Indonesia yang hanya cenderung mengekang kreativitas berpikir dan berkarya serta menciptakan pekerjaan. Kurikulum yang ada dalam sietem pendidikan di Indonesia saat ini sangat membuat peserta didik menjadi pintar namun tidak menjadikan cerdas. Pengembangan kreativitas ini disebabkan pula karena kentalnya paradigma yang mengarahkan masyarakatnya pada penciptaan tenaga kerja untuk pemenuhan industri.

Waktu belajar adalah seluruh waktu hidup manusia & setiap pengetahuan membentang dan menantang untuk dikuasai guna meningkatkan kualitas pendidikan di kehidupan manusia. Pendidikan sudah semakin beragam, tugas-tugas dan bentuknya melingkupi pengetahuan hidup tentang dunia, manusia lain, dan diri mereka sendiri.

Untuk itu pemerintah Indonesia harus meningkatkan lagi kualitas pendidikan di Indonesia agar lebih baik dan lebih maju yaitu dengan cara memberikan masyarakat Indonesia bagaimana belajar mengetahui pendidikan, belajar berbuat, belajar hidup bersama dan belajar menjadi seseorang. PSH itu sendiri memberikan kekuatan motivasi bagi peserta didik agar masyarakat Indonesia dapat melakukan kegiatan belajar berdasarkan dorongan yang diarahkan oleh dirinya sendiri, dengan cara berpikir dan berbuat didalam dan terhadap dunia kehidupanya serta PSH akan berguna untuk masa depan yang akan datang.

Pendidikan ialah proses melatih akaliah, jasmaniah dan moral manusia untuk melahirkan warganegara yang baik serta menuju ke arah kesempurnaan bagi mencapai tujuan hidup.

Tirtarahardja dan S.L. La Sulo, dalam buknya “Pengantar Pendidikan” (2005:42), mengemukakan salah satu konsep pendidikan itu adalah Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH), mengatakan bahwa konsep PSH sudah ada sejak zaman Rasulullah, sesuai sebuah hadis, “Tuntutlah ilmu sejak di buaian hingga ke liang lahat”.

Pada dasarnya PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, tetapi  PSH merupakan suatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Dalam konsep PSH disebutkan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, melainkan merupakan suatu proses berkesinambungan dan berlangsung sepanjang hidup.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari sudah dapat  dilihat bahwa pada hakikatnya orang belajar sepanjang hidup, meskipun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama. Jelasnya tidak ada batas usia yang menunjukkan tidak mungkinnya dan tidak dapatnya orang tersebut belajar.

Dorongan belajar sepanjang hayat itu terjadi karena dirasakan sebagai suatu kebutuhan. Setiap orang merasa butuh untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya dalam menghadapi dorongan-dorongan dari dalam dan tantangan alam sekitar yang selalu berubah. Sepanjang hidupnya manusia memang tidak pernah berada di dalam suatu tempat. Mereka dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif, dinamis, kreatif dan inovatif terhadap diri dan kemajuan zaman.

PSH yang dalam aplikasinya telah lama berlangsung secara alamiah dalam kehidupan manusia itu dalam perjalanannya menjadi pudar, disebabkan oleh semakin kuatnya kedudukan sistem pendidikan persekolahan di tengah¬tengah masyarakat. Sistem pendidikan persekolahan yang polanya telah mentradisi membentuk masyarakat tersendiri dan memisahkan diri dari lingkungan masyarakat luas dengan pagar pekarangan sekolah, mendindingi kelas, membatasi waktu belajarnya sampai usia tertentu dan jangka waktu tertentu. Seolah-olah sekolah membentuk masyarakat khusus yang mempersiapkan diri untuk kehidupan di hari depan, bukan kehidupan sekarang ini, dengan membekali diri berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan menurut porsi yang telah ditetapkan dengan keyakinan bahwa bekal tersebut pasti cocok dengan tuntutan zaman. Tetapi pada kenyataan bahwa masyarakat selalu berubah dengan membawa tuntutan-tuntutan baru. Bekal yang telah dipersiapkan secara baku pada saat seseorang ditempa di sekolah tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dilapangan yang akan diterjuni.

Akan tetapi, sejauh ini konsep pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan pendekatan dalam kurikulum yang ada. Kualitas pendidikan di Indonesia yang hanya cenderung mengekang kreativitas berpikir dan berkarya serta menciptakan pekerjaan. Kurikulum yang ada dalam sietem pendidikan di Indonesia saat ini sangat membuat peserta didik menjadi pintar namun tidak menjadikan cerdas. Pengembangan kreativitas ini disebabkan pula karena kentalnya paradigma yang mengarahkan masyarakatnya pada penciptaan tenaga kerja untuk pemenuhan industri.

Waktu belajar adalah seluruh waktu hidup manusia & setiap pengetahuan membentang dan menantang untuk dikuasai guna meningkatkan kualitas pendidikan di kehidupan manusia. Pendidikan sudah semakin beragam, tugas-tugas dan bentuknya melingkupi pengetahuan hidup tentang dunia, manusia lain, dan diri mereka sendiri.

Untuk itu pemerintah Indonesia harus meningkatkan lagi kualitas pendidikan di Indonesia agar lebih baik dan lebih maju yaitu dengan cara memberikan masyarakat Indonesia bagaimana belajar mengetahui pendidikan, belajar berbuat, belajar hidup bersama dan belajar menjadi seseorang. PSH itu sendiri memberikan kekuatan motivasi bagi peserta didik agar masyarakat Indonesia dapat melakukan kegiatan belajar berdasarkan dorongan yang diarahkan oleh dirinya sendiri, dengan cara berpikir dan berbuat didalam dan terhadap dunia kehidupanya serta PSH akan berguna untuk masa depan yang akan datang.