Sejarah Archimedes

Posted: 5 Oktober 2012 in FISIKA SMP

 

Archimedes yang hidup di Yunani pada tahun 287 sampai 212 sebelum masehi, adalah seorang matematikawan, fisikawan, astronom sekaligus filusuf. Archimedes dilahirkan di kota pelabuhan bernama Syracuse, kota ini sekarang dikenal sebagai Sisilia. Ayahnya ahli perbintangan. Namanya Phidias.  Archimedes merupakan keponakan raja Hiero II yang memerintah di Syracuse pada masa itu. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.

Anekdot yang paling dikenal luas tentang Archimedes menceritakan bagaimana ia menemukan sebuah metode untuk menentukan volume objek dengan bentuk yang tidak teratur. Menurut Vitruvius, mahkota dalam bentuk laurel karangan bunga telah dibuat untuk Raja Hiero karya Xenophon II, dan Archimedes diminta untuk memeriksa apakah mahkota tersebut benar-benar terbuat dari emas murni ataukah terbuat dari campuran emas dan perak. Karena Raja Hiero II tidak mempercayai pembuat mahkota tersebut. Berhari-hari Archimedes berpikir keras. Ia tidak tahu cara membuktikan kecurangan pandai emas. Waktu itu belum ada alat elektronik yang dapat mendeteksi apakah sebuah benda terbuat dari emas murni atau emas campuran. Ketika kepala Archimedes terasa panas karena terlalu banyak berpikir, ia masuk ke tempat mandi umum. Ia membuka pakaian dan masuk ke bak mandi yang penuh dengan air.

Saat Archimedes berendam dalam bak mandinya, dia melihat bahwa air dalam bak mandinya tertumpah keluar sebanding dengan besar tubuhnya. Archimedes menyadari bahwa efek ini dapat digunakan untuk menghitung volume dan isi dari mahkota tersebut. Dengan membagi berat mahkota dengan volume air yang dipindahkan, kerapatan dan berat jenis dari mahkota bisa diperoleh.

Berat Jenis mahkota akan lebih rendah daripada berat jenis emas murni apabila pembuat mahkota tersebut berlaku curang dan menambahkan perak ataupun logam dengan berat jenis yang lebih rendah. Karena terlalu gembira dengan penemuannya ini, Archimedes kemudian turun ke jalan sambil telanjang, saking gembira dengan penemuannya itu sampai-sampai ia lupa untuk berpakaian, menangis “Eureka!” (Bahasa Yunani: “εὕρηκα!,” berarti “Aku telah menemukannya!”).

 Setiba di rumah, Archimedes menimbang emas murni seberat mahkota raja. Emas murni lalu dimasukkan kedalam waskom yang penuh air. Air yang meluap di tampung dan ditimbangnya. Kemudian ia mencelupkan mahkota ke waskom kedua yang juga penuh air. Waskom pertama dan kedua sama besarnya. Ternyata air yang meluap dari waskom kedua lebih banyak dari pada air yang meluap dari waskom pertama. Dari kejadian ini Archimedes tahu, bahwa mahkota raja tidak terbuat dari emas murni.

Lalu ia membuat hukum Archimedes yang bunyinya : “Sebuah benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya kedalam zat cair akan mendapat gaya ke atas seberat zat cair yang di desak oleh benda itu”. Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Tukang yang membuatnya dihukum mati.

Teori hukum Archimedes

Hukum Archimedes menyatakan sebagai berikut, Sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zatcair yang dipindahkannya.Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida akan mendapatkangaya angkat ke atas yang sama besar dengan berat fluida fluida yang dipindahkan. Besarnya gayake atas menurut Hukum Archimedes ditulis dalam persamaan :

Fa = ρ v g

Keterangan :

Fa = gaya ke atas (N)

V  = volume benda yang tercelup (m3)

ρ   = massa jenis zat cair (kg/m3)

g   = percepatan gravitasi (N/kg)

Hukum ini juga bukan suatu hukum fundamental karena dapat diturunkan dari hukum newton juga.

  • Bila gaya archimedes sama dengan gaya berat W maka resultan gaya = 0 dan benda melayang.
  • Bila FA>W maka benda akan terdorong keatas akan melayang
  • Bila FA<W maka benda akan terdorong kebawah dan tenggelam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s