Media Pembelajaran Web

Posted: 18 Januari 2013 in Uncategorized

I.    PENDAHULUAN

PENGGUNAAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN

Internet  merupakan  sebuah  jaringan  global  yang  merupakan kumpulan  dari  jaringan-jaringan  komputer  di  seluruh  dunia.  Internet mempermudah  para  pemakainya  untuk  mendapatkan  informasi-informasi di dunia cyber, lembaga-lembaga milik pemerintah dan institusi pendidikan  dengan  menggunakan  komunikasi  protokol  yang  terdapat pada  komputer,  seperti  Transmission  Control  Protocol  (TCP)  yaitu  suatu protokol  yang  sanggup  memungkinkan  sistem  apapun  antar  sistem jaringan  komputer  dapat  berkomunikasi  baik  secara  lokal  maupun internasional,  yaitu  dengan  modus  koneksi  Serial  Line  Internet  Protocol (SLIP)  atau  Point  to  Point  Protocol  (PPP).  Tahun  1983  merupakan  tahun kelahiran Internet yang ditandai dengan diadopsinya Transmission Control Protocol (TCP) sebagai standar bagi ARPANET. Protokol yang lainnya adalah IP (Internet Protocol).

Berikut  ini  hal-hal  yang  dapat  difasilitasi  oleh  adanya  Internet:

Discovery  (penemuan),  ini  meliputi  browsing  dan  pencarian  informasi-informasi  tertentu.  Communication  (komunikasi),  Internet  menyediakan jaringan komunikasi yang cepat dan murah dari mulai pesan-pesan yang berupa  buletin  sampai  dengan  pertukaran  komunikasi  yang  bersifat kompleks antar atau inter-organisasi. Juga termasuk diantaranya transfer informasi (antar komputer) dan proses informasi. Adapun contoh-contoh media  komunikasi  yang  utama  seperti  e-mailchat  group  (percakapan secara berkelompok), dan newsgroup (gabungan kelompok yang bertukar berita). Collaboration (kolaborasi), seiring dengan semakin meningkatnya komunikasi, dan kolaborasi antar media elektronik baik itu antar individu maupun antar kelompok maka beberapa fasilitas canggih dan modern pun mulai digunakan dari mulai screen sharing sampai dengan teleconferencing. Kolaborasi  juga  meliputi  jasa/pelayanan  resource-sharing  (pertukaran sumber-sumber  informasi),  yang  menyediakan  akses  pada  server-server yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Internet juga dapat digunakan dalam bidang pendidikan dan dunia liburan.  Selain  itu  untuk  mempermudah  perusahaan  dalam  melakukan berbagai transaksi bisnisnya, Internet juga menyediakan fasilitas electronic commerce  (EC)  yang  membantu  berbagai  kegiatan  bisnis  yang  beragam dari  mulai  periklanan  sampai  dengan  berbagai  jasa  pelayanan  yang ditawarkan pada para konsumen. Beberapa peralatan yang dikembangkan dalam  Internet  juga  dikembangkan  dalam  network  yang  berada  dalam suatu  organisasi  tertentu  yang  dikenal  dengan  nama  fasilitas  intranet. Karena  jumlah  informasi  yang  terdapat  pada  Internet  bertambah  dua kali  lipat  dalam  setiap  tahunnya,  maka  untuk  mempermudah  pencarian data  yang  dibutuhkan,  beberapa  perusahaan  mengembangkan  fasilitas pencari data yang bersifat otomatis yang dikenal dengan nama software agents.

INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR

Peranan Internet dalam organisasi sangat menguntungkan karena kemampuannya dalam mengolah data dengan jumlah yang sangat besar. Teknologi informasi sudah menjadi  jaringan komputer  terbesar di dunia,  yang dapat berfungsi dengan baik jika didukung oleh perangkat komputer dengan  perangkat  lunak  yang  baik,  dan  dengan  guru  yang  terlatih  baik. Menggunakan  Internet  dengan  segala  fasilitasnya  akan  memberikan kemudahan  untuk  mengakses  berbagai  informasi  untuk  pendidikan yang  secara  langsung  dapat  meningkatkan  pengetahuan  siswa  bagi keberhasilannya  dalam  belajar.  Karena  Internet  merupakan  sumber  data utama  dan  pengetahuan.  Melalui  teknologi  ini  kita  dapat  melakukan  di antaranya untuk :

  1. Penelusuran dan pencarian bahan pustaka
  2. Membangun  program Artificial  Intelligence  (kecerdasan  buatan) untuk memodelkan sebuah rencana pembelajaran;
  3. Memberi kemudahan untuk mengakses apa yang disebut dengan virtual classroom ataupun virtual university;
  4. Pemasaran dan promosi hasil karya penelitian;

Kegunaan-kegunaan seperti di atas itu dapat diperluas bergantung kepada peralatan komputer yang dimiliki jaringan dan fasilitas telepon yang tersedia dan provider yang bertanggungjawab untuk tetap terpeliharanya penggunaan  jaringan  komunikasi  dan  informasi  tersebut.  Dari  waktu ke  waktu  jika  dilihat  dari  jumlah  pemakaian  yang  makin  meningkat secara  eksponensial  setiap  tahunnya  memungkinkan  fasilitas  yang  pada mulanya  hanya  dapat  dinikmati  segelintir  orang,  dan  sekelompok  kecil sekolah  terkemuka  dengan  biaya  operasional  yang  tinggi,  ke  depan besar  kemungkinan  biaya  yang  besar  itu  akan  dapat  ditekan  sehingga pemanfaatannya  benar-benar  dapat  menjadi  penunjang  utama  bagi pengelolaan pendidikan khususnya bagi pendidikan di daerah.

 II.       PEMBAHASAN

Semakin berkembangnya tehnologi internet membuka wawasan bahwa informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat kita dapatkan. Dengan internet dapat dilakukan melampaui ruang dan waktu. Internet juga menyediakan fasilitas transaksi produk, tranformasi ilmu dan life style. Bahkan umurpun tidak membatasinya, yang tua bahkan yang belia dapat menembus keterbatasan di dunia ini.

Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pengguna blog terbesar kedua di dunia setelah Inggris versi WordPress. Dalam enam bulan belakangan ini, setidaknya 143.108 blog telah di-hosting oleh pengguna. Menurut laporan dari Pew Internet & American Life Project, blog sudah menjadi hal yang lumrah. Pada tahun 2004, pembaca blog meningkat 58 persen, yaitu menjadi 27 persen dari keseluruhan pengguna Internet, atau 32 juta orang. 12 persen dari yang membaca blog juga aktif menambahkan komentar pada blog. (Kutipan dari CNet News.com).

Menurut Technocrati, salah satu mesin pencari blog, saat ini sedikitnya terdapat 112 juta blog per Desember 2007. Diantara pengguna blog adalah para remaja, mahasiswa, politisi, selebiritis, guru hingga anak-anak usia belia. Dengan melihat situasi ini, sebagai guru kita dapat mencari peluang dengan memanfaatkan internet, salah satunya adalah blog sebagai media pembelajaran tentunya kita tidak ingin dikatakan sebagai guru JADUL (Jaman Dulu ).

Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa guru harus mempunyai kompetensi, Kompetensi tersebut meliputi:

    1. Kompetensi pedagogik
    2. Kompetensi profesional;
    3. Kompetensi sosial;
    4. Kompetensi kepribadian;

Salah satunya guru harus memiliki kompetensi professional yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi. Salah satu poin dikatakan guru diharapkan “Menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran”

Yang kedua guru harus memiliki kompetensi sosial yaitu Kemampuan guru dalam komunikasi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar. Salah satunya dikatakan guru diharapkan “Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk berkomunikasi dan pengembangan diri“ Tentunya tidak berlebihan jika kita memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran  berarti kita sudah melaksanakan Undang-undang tersebut.

PEMBELAJARAN BERBASIS WEB

Pembelajaran  berbasis  web  yang  populer  dengan  sebutan  Web-Based Training (WBT) atau kadang disebut Web-Based Education (WEB) dapat didefinisikan  sebagai  aplikasi  teknologi  web  dalam  dunia  pembelajaran untuk  sebuah  proses  pendidikan.  Secara  sederhana  dapat  dikatakan bahwa  semua  pembelajaran  dengan  memanfaatkan  teknologi  Internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web.

Kemudian  yang  ditawarkan  oleh  teknologi  ini  adalah  kecepatan dan tidak terbatasnya pada tempat dan waktu untuk mrngakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta didik kapan saja  dan  di  mana  saja  dirasakan  aman  oleh  peserta  didik  tersebut.  Batas ruang,  jarak  dan  waktu  tidak  lagi  menjadi  masalah  yang  rumit  untuk dipecahkan.

Bagaimana cara belajar melalui web? Ada persyaratan utama yang perlu  dipenuhi  yaitu  adanya  akses  dengan  sumber  informasi  melalui Internet.  Selanjutnya  adanya  informasi  tentang  di  mana  letak  sumber informasi  yang  ingin  kita  dapatkan  berada.  Ada  beberapa  sumber  data yang  dapat  diakses  dengan  bebas  dan  gratis,  tanpa  proses  administrasi pengaksesan  yang  rumit.  Ada  beberapa  sumber  informasi  yang  hanya dapat  diakses  oleh  pihak  yang  memang  telah  diberi  otorisasi  pemilik sumber informasi.

Teknologi  Internet  memberikan  kemudahan  bagi  siapa  saja  untuk mendapatkan informasi apa saja dari  mana saja dan kapan saja dengan mudah  dan  cepat.  Informasi  yang  tersedia  di  berbagai  pusat  data  di berbagai komputer di dunia. Selama komputer-komputer tersebut saling terhubung  dalam  jaringan  Internet,  dapat  kita  akses  dari  mana  saja.  Ini merupakan salah satu keuntungan belajar melalui Internet.

Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakkan materi belajar pada web untuk kemudian diakses melalui komputer web digunakan bukan hanya sebagai media alternatif pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumentasi atau informasi. Web digunakan untuk mendapatkan  sisi  unggul  yang  tadi  telah  diungkap.  Keunggulan  yang tidak dimiliki media kertas ataupun media lain.

Pembelajaran berbasis web itu  unik  tapi  serius.  Kata  serius  dipakai  untuk  mengungkapkan  bahwa merancang sampai dengan mengimplementasikan pembelajaran berbasis web  tidak  semudah  yang  dibayangkan.  Selain  infrastruktur  Internet, pembelajaran  berbasis  web    memerlukan  sebuah  model  instruksional yang  memang  dirancang  khusus  untuk  keperluan  itu.  Sebuah  model instruksional  merupakan  komponen  vital  yang  menentukan  keefektifan proses belajar. Apapun model instruksional yang dirancang, interaktifitas antara  peserta  didik,  guru,  pihak  pendukung  dan  materi  belajar  harus mendapatkan  perhatian  khusus.  Ini  bukan  merupakan  pekerjaan  yang mudah.

Banyak  pihak  mencoba  menggunakan  teknologi  web  untuk pembelajaran  dengan  meletakkan  materi  belajar  secara  online,  lalu menugaskan  peserta  didik  untuk  mendapatkan  (downloading)  materi belajar  itu  sebagai  tugas  baca.  Setelah  itu  mereka  diminta  untuk mengumpulkan laporan, tugas dan lain sebagainya kembali ke guru juga melalui Internet. Jika ini dilakukan tentunya tidaklah menimbulkan proses belajar yang optimal.

Kita  dapat  membayangkan  suasana  di  ruang  kelas  ketika  sebuah “proses  belajar”  sedang  berlangsung.  Berapa  banyak  di  antara  peserta didik aktif terlibat dalam diskusi dan sesi tanya-jawab? Apa yang mereka lakukan di kelas? Dan tentunya masih banyak lagi pertanyaan-peranyaan lain  yang  sebenarnya  kita  sudah  mengetahui  jawabannya.  Proses Monitoring dalam pembelajaran berbasis web lebih sulit daripada di ruang kelas. Menyediakan bahan belajar online tidak cukup. Diperlukan sebuah desain  instruksional  sebagai  model  belajar  yang  mengundang  sejumlah (sama  banyaknya  dengan  kegiatan  di  ruang  kelas)  peserta  didik  unuk terlibat dalam  berbagai kegiatan belajar.

Satu  hal  yang  perlu  diingat  adalah  bagaimana  teknologi  web  ini dapat  membantu  proses  belajar.  Untuk  kepentingan  ini  materi  belajar perlu dikemas berbeda dengan penyampaian yang berbeda pula.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS WEB

Model  pembelajaran  dirancang  dengan  mengintegrasikan pembelajaran  berbasis  web  dalam  program  pembelajaran  konvensional tatap  muka.  Proses  pembelajaran  konvensional  tatap  muka  dilakukan dengan  pendekatan  Student  Centered  Learning  (SCL)  melalui  kerja kelompok. Model ini menuntut partisipasi peserta didik yang tinggi. Untuk  merancang  dan  mengimplementasikan    pembelajaran berbasis web, langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Sebuah program pendidikan untuk peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan kampus dengan berbasis web. Program ini dilakukan idealnya selama 5-10 bulan dan dibagi menjadi 5 tahap. Yaitu tahap 1, 3, 5  dilakukan secara jarak jauh dan untuk itu dipilih media web sebagai alat komunikasi. Sedangkan fase 2 dan 4 dilakukan secara konvensional tatap muka.
  2. Menetapkan  sebuah  mata  kuliah  pilihan  di  jurusan.  Pembelajaran dengan tatap muka dilakukan secara rutin tiap minggu pada tujuh minggu pertama. Setelah itu tatap muka dilakukan setiap 2  atau 3  minggu sekali.

Dua program pendidikan itu disampaikan melalui berbagai macam kegiatan belajar secara kelompok. Belajar dan mengerjakan tugas secara kolaboratif  dalam  kelompok  sangat  dominan  pada    kedua  program tersebut.

INTERAKSI TATAP MUKA DAN VIRTUAL

Sekalipun  teknologi  web  memungkinkan  pembelajaran  dilakukan virtual  secara  penuh  namun  kesempatan  itu  tidak  dipilih.  Interaksi  satu sama lain untuk dapat berkomunikasi langsung secara tatap muka masih dibutuhkan. Ada tiga alasan mengapa forum tatap muka masih dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran ini. Alasan tersebut adalah:

  1. Perlunya forum untuk menjelaskan maksud  dan mekanisme belajar yag akan dilalui  bersama secara langsung dengan semua peserta didik.  Keberhasilan  sebuah  proses  pembelajaran  juga  ditentukan oleh  pemahaman  peserta  didik  tentang  apa,  mengapa  dan bagaimana proses  belajar dan mengerjakan tugas akan berlangsung. Peserta didik perlu mengetahui keluaran dan kompetensi apa yang akan  didapat  setelah  mengikuti  suatu  kegiatan  pembelajaran. Berdasarkan  pengalaman,  menjelaskan  maksud  dan  mekanisme belajar  merupakan  langkah  awal  yang  sangat  vital.  Kelancaran proses belajar selanjutnya sangat ditentukan pada tahapan ini;
  2. Perlunya  memberikan  pemahaman  sekaligus  pengalaman  belajar dengan mengerjakan tugas secara kelompok dan kolaboratif  pada setiap  peserta  didik.  Karena  model  pembelajaran  yang  dirancang menuntut  kerja  kelompok  maka  peserta  didik  perlu  memiliki kompetensi  dan  komunikasi.  Iklim  partisipatoris  dan  aktif  terlibat dalam  berbagai  kegiatan  perlu  dikenalkan  sekaligus  dialami  oleh setiap  siswa.  Untuk  itu  mengenal  pribadi  satu  dengan  yang  lain perlu dilakukan secara langsung guna membangun suatu kelompok yang kokoh selama kerja secara virtual selanjutnya;
  3. Perlunya  pemberian  pelatihan  secukupnya  dalam  menggunakan komputer  yang  akan  digunakan  sebagai  media  komunikasi berbasis  web  kepada  setiap  peserta  didik.  Dengan  menyertakan berbagai  kegiatan  menggunakan  komputer  beserta  fasilitas  sistem komunikasi  pendukungnya,  maka  setiap  peserta  didik  harus mempunyai keterampilan mengoperasikannya. Kekurangpahaman dalam  mengoperasikan  peralatan  tersebut  sangat  berdampak pada  kemungkinan  rendahnya  partisipasi  mereka  dalam  berbagai kegiatan diskusi virtual selanjutnya.

Di negara-negara majau seperti Amerika Serikat, teknologi informasi sudah  betul-betul  merasuk  ke  dalam  kehidupan  sehari-hari.  Dalam berbagai  hal  dapat  kita  lihat  implikasinya.  Berbagai  dokumen  dapat  kita baca untuk melihat hal ini. Di bawah ini akan dibahas implikasi TI dalam bidang Pendidikan.

Sejarah  teknologi  informasi  tidak  dapat  dilepaskan  dari  bidang pendidikan.  Di  Amerika,  TI  mulai  tumbuh  dari  lingkungan  akademis (NSFNET), (Nerds 2.0.1). Demikian halnya di Indonesia, TI mulai tumbuh di lingkungan akademis, seperti di, ITB, UPI, dan UI. Adanya TI  atau  Internet  membuka  sumber  informasi  yang  tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi.  Perpustakaan  merupakan  salah  satu  sumber  informasi  yang  mahal harganya.

Adanya  Jaringan  TI  atau  Internet  memungkinkan  seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet) atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam  penelitian  pendidikan,  tugas  akhir. Tukar  menukar  informasi  atau tanya  jawab  dengan  pakar  dapat  dilakukan  melalui  Internet.  Tanpa adanya  Internet  banyak  tugas  akhir,  tesis,  dan  disertasi  yang  mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

Kerjasama  antar  ahli  dan  juga  dengan  mahasiswa  yang  letaknya berjauhan  secara  fisik  dapat  dilakukan  dengan  lebih  mudah.  Dahulu, seseorang  harus  berkelana  atau  berjalan  jauh  untuk  menemui  seorang pakar  untuk  mendiskusikan  sebuah  masalah.  Saat  ini  hal  ini  dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan e-mail. Makalah dan penelitian dapat  dilakukan  dengan  saling  tukar  menukar  data  melalui  Internet,  via e-mail ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharing. Bayangkan apabila  seorang  mahasiswa  di  Sumatera  dapat  berdiskusi  masalah kedokteran dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Irian. Mahasiswa  di  manapun  di  Indonesia  dapat  mengakses  para  ahli  atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharing  information  juga  sangat  dibutuhkan  dalam  bidang penelitian  agar  penelitian  tidak  berulang  (reinvent  the  wheel).  Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Distance  learning  dan  virtual  campus  merupakan  sebuah  aplikasi baru  bagi  Internet.  Bahkan  tak  kurang  pakar  ekonomi  Peter  Drucker mengatakan  bahwa  “Triggered  by  the  Internet,  continuing  adult  education may  wll  become  our  greatest  growth  industry”.  Virtual  university  memiliki karakteristik  yang  scalable,  yaitu  dapat  menyediakan  pendidikan  yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta  mungkin  hanya  dapat  diisi  50  orang.  Virtual  university  dapat diakses oleh siapa saja, dari mana saja.

Bagi  Indonesia,  manfaat-manfaat  yang  disebutkan  di  atas  sudah dapat  menjadi  alasan  yang  kuat  untuk  menjadikan  Internet  sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia melalui akses ke perpustakaan; akses ke pakar; dan penyediaan fasilitas kerjasama.

Dalam kegiatan pembelajaran dengan munculnya berbagai software yang  dapat  digunakan  untuk  kepentingan  pembelajaran,  sekarang  ini para  guru  dapat  merancang  pembelajaran  dengan  berbasis  komputer, yaitu  dengan  menggunakan  salah  satu  bahasa  pemrograman  baik  itu Borland  Delphi,  Pascal,  Adobe/Macromedia  Flash,  SWiSH  dan  lainnya.  Hal ini dapat memberikan variasi dalam  mengajar. Seorang guru tidak harus selalu  menjejali  siswa  dengan  informasi  yang  membosankan.  Dengan menggunakan  Teknologi  Informasi  seorang  guru  dapat  memanfaatkan komputer sebagai total teaching, di mana guru hanya sebagai fasilitator dan siswa dapat belajar dengan berbasis komputer baik dengan menggunakan model pembelajaran drills, tutorial, simulasi ataupun instructional games.

            Dalam internet banyak fasilitas yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran. Salah satu produk internet adalah BLOG. Weblog atau blog adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diperbarui (update) secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang dianggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

Blog merupakan teks dokumen, gambar, obyek media, dan data yang tersusun secara rapi dan menurut kronologi tertentu, yang dapat dilihat melalui browser internet dan biasanya berisi catatan atau jurnal pribadi. Blog dapat dikategorikan sebagai e-learning, dalam tulisannya Rosenberg (2001) beliau mengungkapkan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.

MANFAAT BLOG

  1. Media interaktif diluar kelas

Sebuah blog dapat dijadikan media belajar interaktif, misalnya guru di sebuah sekolah dapat membuat blog dimana isi  sebuah blog menyangkut mata pelajaran masing-masing guru. Kemudian ada siswa yang mengakses blog tersebut, siswa mengisi comment di blog, sehingga terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.

2. Media untuk menyimpan file

Guru dapat menyusun dan meresume materi pelajaran kemudian meletakkannya ke dalam sebuah blog, Hal ini sangat membantu mempercepat pengajaran karena siswa tidak perlu mencatat lagi dipapan tulis sehingga siswa dapat mengakses materi guru dengan mudah, tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Penggunaan blog sebagai media pembelajaran sangat usabilitas (mudah digunakan) dan maintanabel (mudah dikelola dan dirawat).

3. Media curhat bagi siswa

Blog memiliki fasilitas yang memungkinkan pengunjung sebuah blog meninggalkan komentar, oleh sebab itu  blog dapat menjadi media untuk mengungkapkan usul, komentar dan curhat  siswa tentang sistem pengajaran yang ada di sekolah, sehingga pihak sekolah dan guru dapat meningkatkan kinerja mereka sesuai yang diharapkan para peserta didik .

4. Media untuk menulis

Blog dapat berfungsi sebagai media writing learning. Dengan blog guru belajar dan mengasah kemampuannya dalam membuat sebuah karya ilmiah atau karya tulis. Sebelum ikut dalam bidang karya tulis dalam setiap even resmi seperti; lomba karya tulis, atau sertifikasi, alangkah baiknya guru menggunakan blog sebagai media writting learning terlebih dahulu. blog juga merupakan sarana yang cepat dan mudah sebagai sarana penyebaran hasil-hasil penelitian, penataran, penelitian, workshop dan berbagai macam tulisan lainnya

5. Media untuk mendapatkan informasi

Guru bisa mendapatkan Informasi melalui proses pencarian dengan search engine akan membuka dan menambah wawasan guru tentang dunianya dan dunia ilmu pengetahuan. Guru bisa mendapatkan informasi melalui buku, koran, majalah tapi kita hanya berperan sebagai pembaca pasif. Dengan blog kita bisa langsung memberi komentar dan informasi yang didapatkan semakin luas dengan saling memberi link dengan pengguna blog lain

6. Sarana berdiskusi

Blog juga menjadi pilihan   sebagai sarana berdiskusi antar guru dengan siswa , guru dengan guru. dan berbagi pengetahuan dengan pengguna blog yang lain, sehingga membuka wawasan berfikir kita

7. Media berkreativitas

Guru dapat menghias blog sesuai dengan keinginan,misalnya dipercantik dengan gambar, foto, slide, video, template, background yang semuanya didapatkan secara gratis  melalui counter dalam internet

Demikian manfaat yang ada pada internet, khususnya blog, yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan pendidikan. Memang keberadaan blog yang banyak kegunaannya masih jarang dimanfaatkan oleh sebagian guru. Sebelum mencoba kita  tidak akan pernah merasakan manfaat blog itu .

III.    DAFTAR PUSTAKA

Azhar Arsyad, 2003.  Media Pembelajaran. Cet. IV, Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Supriyanto Aji, 2005. Pengantar Teknologi dan Informasi. Jakarta : Penerbit Salemba Infotek.

http://lusytekpend.blogspot.com/2008/01/internet-sebagai-media-pembelajaran.html

http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/07/pemanfaatan-internet-sebagai-alternatif-sumber-belajar-dan-media-pendidikan-jarak-jauh/

http://ebookbrowse.com/pemanfaatan-web-sebagai-media-pembelajaran-bahasa-inggris-pptx-d259119940

http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/06/25/mengoptimalkan-fungsi-blog-sebagai-media-belajar-di-era-digital/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s